ATLET LARI MARATHON RENTAN TERKENA PENYAKIT JANTUNG

BERKUTAT dengan dunia olahraga tak berarti tubuh para atlet dijamin kesehatannya. Para peneliti membuktikan, atlet lari marathon beresiko tinggi mengidap gangguan jantung.

Sekelompok peneliti dari University of Melbourne, Australia menemukan goresan di katup jantung bagian kanan yang memicu timbulnya komplikasi gangguan kesehatan.

Goresan tersebut muncul setelah menjalani aktivitas yang memeras tenaga, seperti lari marathon.

“Kami mengidentifikasi katup kanan jantung sebagai bagian yang paling rentan akan kecelakaan saat berolahraga. Bagian ini juga yang harus mendapat perhatian lebih banyak dalam penanganan kesehatan,” papar Dr Andre La Gerche, pimpinan riset ini.

“Para atlet rawan terkena penurunan kualitas fungsi jantung atau sindrom ‘over-training’. Mereka juga beresiko mengalami arrhythmia (detak jantung tidak beraturan),” lanjut La Gerche seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (7/12).

Untuk membuktikannya, para peneliti mengamati 40 atlet yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan jantung. Atlet-atlet ini dipersiapkan untuk mengikuti empat lomba sekaligus.

Setelah mengikuti lomba, bentuk jantung para atlet nampak berubah, volumenya membesar, sedangkan fungsi katup kanannya menurun. Seminggu kemudian, fungsi katup kanan kembali seperti semula, namun terdapat lima goresan permanen.

“Saya percaya, tubuh manusia tidak didesain untuk olahraga keras selama 11 jam nontop, jadi kerusakan di jantung itu bukannya tidak mungkin,” lanjut La Gerche.

Untuk menghindari gangguan semacam ini, juru bicara British Heart Foundation menyarankan agar para atlet berkonsultasi dengan tim medis sebelum melakukan olahraga keras.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: